brissa eden & ideas

tentang pikiran, jaman, dan semesta

When Something Too Hurt To Accept

Jam 12 am :

Mulai meditasi.

GW mau meditasi chakra sounds, menghancurkan karma2 gw

Jam  12:30:42

Di tengah2 meditasi, My friend call,

“Hello…”  jwb gw dg nada org yg lagi happy

“Hhhhhhhh……briss….” kedengaran lg terisak-isak

“Ya, kenapa..”

“Biasalah, sedih lagi”

“Kenapa sedih?”

“Gw inget dia.  Jadinya sedih lagi…”

“Emang apa yang ada di pikiran mbak?” tannyaku

“Sejak putus…berarti gw kehilangan dia, kesempatan gw cuma bisa sms dia doang”

“Mmmm…kenapa meski berpikirnya begitu?”

“Ya abis gimana…”

“Gini ya…kalau kita ga bisa menerima kenyataan..& kenyataan itu bikin kita sakit atau sedih terus, better kita merubah cara pandang kita terhadap kenyataan itu. Dalam hal ini gw bukan sbg orang yg turut bersedih ya, tapi sebagai pihak yg netral.

Cobalah berpikir bahwa sebenarnya mbak ga benar2 kehilangan orang itu. Toh dia masih ada kan. Dia ga mati ini. Kalian masih bisa ketemu2.”  Coba gw mengajaknya memandang dr perspektif yg berbeda.

“Iya…tapi jadi terbatas” katanya

“Ya iyalah….lo itu lg jatuh cinta mbak. Dan cinta itu emg bikin lu jadi bisa melihat hal2 kecilpun jd begitu berharga.”

Dia diem aja. Setelah Bbrp detik kemudian dia bilang

“Ya udah… tengkyu udah dengerin gw..”

“Yap, udah jangan sedih lagi ya” kata gw berusaha menyemangatinya

“Thenks ya briss..”

“Yup, bye” jwb gw, dan dia jg ucapkan “bye”

12:35:00

Lanjutin meditasi lg. Td gw baru di level 2.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Desember 2008 by in life learning.

Shortlink

http://wp.me/p5hgm-1e

Navigasi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.