Kondisi bursa saham dalam jangka pendek (1 bulan, selama Januari 2009) keliatannya masih suram. Banyak saham2 yang ikutan pada ambruk (fall down/jatuh). Saat ini banyak kontrak2 kerjasama yang batal, investor yang menarik diri dari pasar saham, disebabkan kekawatiran atas impact dari resesi perekonomian global.
Dengan kecenderungan para investor ramai2 meninggalkan pasar, bisa dipastikan bahwa pasar akan menjadi sepi (pembeli sepi, transaksi sepi, pedagang bengong2, nunggu2 dengan bete, rugi waktu. Ahirnya pedagang mengambil opsi jual murah/menurunkan harga, itupun antri…karena para pedagang lain juga pada rame2 jual, sementara para pembeli /peminat baru hanya segelintir).
Upaya2 yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi kestabilan pasar saham tampaknya tidak akan menuai hasil optimal, karena apa yang sedang terjadi saat ini kalau diibaratkan sebagai air masuk ke rumah, ini adalah banjir besar, bukan sekedar bocor2 dikit yang bisa ditambal sementara. Trend saham2 pada jatuh bukan hanya terjadi pada saham2 Bakrie, tapi akan diikuti oleh saham2 lainnya, meskipun saham2 tersebut memiliki fundamental yang cukup kuat.
Dalam keadaan seperti ini, tidak ada saham yang akan resist terhadap krisis, bisa dipastikan 99% saham yang diperjualbelikan di bursa akan jatuh/turun nilainya.